Catatan Kecil Punya Yessi
Friday, June 04, 2004
 
Hi...
Sorry, This website move to
www.yessinirwana.blogspot.com .
See You there!
Sincerely,

Yessi


Thursday, March 18, 2004
 
BASA-BASI
Yessi kalau siang jarang ada dirumah. Gak terlalu kenal ama tetangga dan gak tau kabar mereka gimana. Kemarin, waktu yessi ada dirumah siang-siang, tetangga di blok sebelah datang. Sebenarnya sih mau ketemu ama mamah, tapi karena mamah masih sholat, ya yessi temenin bentar. Pertama, basa-basi nanyain kabar...
"Udah kerja dimana?
Lagi sibuk ngapain? bla..bla..bla..."
yessi tanggapin, lalu 5 menit kemudian, dateng tante dari blok yang lain juga. (yessi gak tau nama tante ini siapa)...
dan ngobrolah mereka (tetangga yang satu dengan tetangga yg lainnya)
"Tante, gimana kabar anjingnya?"
"Baik...uh...si sweety udah melahirkan lhoo...anjing pudel campur peking, jadinya aneh.."
bla..bla..bla.....tentang anjing...Yessi tanggapin juga, walaupun..I hate dog! Really!!
Lalu mamah datang, tapi yessi gak enak langsung ninggalin mereka, walaupun yessi lagi ada sesuatu yang harus diselesaikan di komputer di kamar. So, yessi masih nanggapin obrolan basa-basi mereka. Tapi, ya ampun udah 1 jam basa-basinya belum selesai-selesai juga!
Selesai bicarain topik yang satu melebar kemana-mana. Bicarain masalah orang sakit melebar juga ke topik tentang kesehatan jantung, kesehatan reproduksi, dan tentang cara mengecilkan perut!!
Terus belum selesai juga...melebar lagi ke diet yang benar...makanan apa yang harus dimakan supaya pinggul gak melebar...dll..
UAAAAHHHHH.....pembicaraan apa sih itu??? Kenapa mereka gak to the point mengutarakan maksudnya mau apa kerumah. Mau apa ketemu mamah. Gak usah pake basa-basi sampe 1 jam lebih.
"Emang pembicaraan ibu-ibu itu kaya gitu.." kata mamah setelah para tamu itu pulang.
"Jadi, kalau mamah arisan, pembicaraannya sering melebar kemana-mana kaya gitu?"
"Iya, biasalah ibu-ibu kalau udah ketemu, apa aja dibicarain"
"Oh gitu...?!?"
Apa karena lingkungan yessi di sipil didominasi ama cowok2/bapak2 yang lebih mengutamakan kepraktisan, yessi jadi kehilangan sense of...'ibu-ibu'-nya?
Apa lingkungan dominasi wanita emang seperti itu? Banyak basa-basi?
I don't know.....




Thursday, March 11, 2004
 
Rasanya...yessi kok makin lama makin terbebani sama harapan dan target-target yang dibuat sendiri. Saya ini orangnya perfeksionis. Saya akui itu. Kadang, dalam satu waktu inginnya semua hal dikerjain.
Contohnya, pas bangun tidur tadi pagi, pingin keramas, pingin cuci semua baju yang kotor, pingin sarapan, pingin mandi, pingin bikin schedule harian...eh, jadinya malah bingung sendiri mau ngapain. Akhirnya malah baca koran sambil liat kuis siapa berani. (Helmy Yahya kok gak bosen-bosen sih ngehost acara itu?)
Nah, gitu juga dalam hal yang agak 'serius'. Pingin nerusin sekolah ke jepang, pingin nikah cepet, pingin lulus cepet, pingin tesis yang 'excellent'. Wuih, hebatnya......
Tapi, sampe hari ini, tesisnya gak jalan! Ditanya persamaan sedimen aja gak tau. Padahal tesisnya tentang sedimen.
Sebel..
Saya emang gak sabaran, pinginnya serba cepet, tapi...gak semua bisa saya dapatkan dalam satu waktu..





Wednesday, February 11, 2004
 
Keterampilan berkomunikasi dengan orang lain itu penting.. Jika orang tua lebih mementingkan kemampuan akademik dengan cara over-protective, itu dapat membuat anak bermental rendah. Dalam artian, punya self-esteem rendah, egois dan introvert. Dunia ini luas.
Ajarkan pada mereka, keindahan dalam keberagaman.


Thursday, November 20, 2003
 

Sheila: Luka Hati Seorang Gadis Kecil



Sheila hanyalah gadis kecil yang berumur 6 tahun. Namun, Torey Hayden,
guru Sheila sekaligus penulis buku ini, menganggapnya istimewa adalah karena
gadis kecil ini menggambarkan keadaan nyata sebuah kehidupan.


Sheila mengalami problem emosional yang sangat parah. Ia tega membakar
seorang anak berumur 3 tahun, di sekolah dengan tenangnya ia mencungkili mata
ikan di aquarium milik Torey, dan ia selalu menaruh curiga pada setiap orang
yang bermaksud menolongnya.


Ia tumbuh di lingkungan miskin. Ibunya membuangnya di jalan pada umur 4
tahun. Ayahnya seorang pemabuk yang tidak mempunyai pekerjaan, ayahnya akan
mencambuknya jika ia berbuat kesalahan. Pamannya pernah memperkosanya. Namun,
dibalik semua kesedihan itu, ia adalah anak yang cemerlang. IQnya 180 lebih.
Dengan mudah, ia menyelesaikan semua soal-soal matematika dan bahasa.


Banyak yang bilang, bahwa kelas Torey Hayden adalah kelas "sampah". Murid
Hayden berjumlah 9 orang termasuk Sheila. Seorang anak pernah dua kali mencoba
bunuh diri, seorang anak buta, seorang lagi agresif, seorang anak yang lainnya
fobia terhadap beberapa hal, dua orang dinyatakan autisme, seorang skizofrenia,
seorang lagi pernah mengalami kekerasan fisik dan seksual, dan sheila tentu saja.


Hayden mempunyai cara istimewa dalam menghadapi murid-muridnya yang istimewa
itu. Ia menghargai semua anak dengan kelebihan dan kekurangannya masing-masing
dan menciptakan sebuah tim yang kompak dalam menjalani hari-hari sekolah. Ia
memulai hari dengan mengadakan diskusi. Tema bisa Hayden yang mengusulkan,
tetapi ia lebih memberanikan semua muridnya untuk mengusulkan sebuah tema. Dalam
diskusi, ia membebaskan mereka mengemukakan pendapat dan perasaannya, sekonyol
apapun, Hayden tetap menghargainya. Akibatnya Sheila yang pada awalnya tidak
bisa mengekpresikan perasaannya, ia dapat bercerita banyak mengenai apapun yang
dirasakan dan dialaminya. Simak ketika Sheila mendiskusikan dengan Hayden
mengenai kekerasan seksual yang pernah ia alami.


...


S : "Aku enggak akan pakai gaun lagi"


T : "kok Begitu?"


S : "Pada hari itu, Paman Jerry,
dia bilang itu gaun yang sangat indah, Dia dapat raba dibaliknya. Dia terus
naruh tangannya dibawah situ. Aku enggak mau siapa pun raba aku disitu"


     "Torey,
Apa kamu dan Chad (pasangan Torey), lakukan hal itu bersama? Seperti yang
dilakukan Paman Jerry terhadapku?"


T : "Apa yang dilakukan pamanmu
kepadamu tidak boleh dilakukan siapapun. Itu salah. Berhubungan badan adalah
sesuatu yang dilakukan oleh orang dewasa satu sama lainnya, tetapi anak-anak
tidak boleh melakukannya. Dan tak ada yang boleh menggunakan pisau. Itu salah"


S : "Aku tahu seperti apa. Papaku,
dia bawa perempuan kadang-kadang dan dia lakukan itu. Aku lihat mereka, Aku tahu
seperti apa. Apa itu benar-benar cinta?"


....


Lalu simak, ketika pada akhir tahun
ajaran Sheila mampu berdiskusi secara baik dengan Hayden. Ketika tiba saatnya
Sheila bersekolah di sekolah umum.


S:" Aku enggak mau masuk kelas
reguler. Inilah kelasku."


T:"Sheil, sekarang bulan mei. Tahun
ajaran akan selesai beberapa minggu lagi. Kukira kini waktunya kita memikirkan
masa depan."


S:" Aku akan tetap disini tahun
depan. Aku disini. Aku akan jadi anak paling nakal sedunia. Aku akan lakukan apa
saja yang jelek-jelek dan kemudian mereka akan suruh kamu jaga aku. Mereka tidak
akan biarkan kamu suruh aku pergi"


 "Kok kamu enggak disini terus
untuk buat aku jadi baik?"


T:" Karena bukan aku yang membuatmu
jadi baik, tetapi kamu. Aku disini hanya untuk memberitahumu bahwa ada orang
yang peduli jika kamu berbuat baik atau tidak."


S:"Yang enggak kumengerti adalah
mengapa yang baik-baik selalu berakhir"


T:"Segala sesuatu ada akhirnya"


S:"Enggak untuk sebagian. Enggak
untuk yang jelek-jelek. Yang jelek-jelek itu enggak pernah mau pergi"


.....


 


Dari pengalaman Hayden dalam
menangani Sheila, dapat diambil suatu kesimpulan, bahwa problem emosional
separah apapun dapat disembuhkan dengan membantu pengekspresian yang benar
terhadap permasalahan. Bukan menutupi atau melupakannya. Di Indonesia, orang
cenderung untuk menutupi semua kesalahan untuk menghindari konflik. Namun, yang
terjadi masalah itu bukan terselesaikan, bisa jadi masalah itu malah mengerak,
dan membusuk. Bukan penyelesaian yang baik. Apalagi bagi seseorang yang pernah
mengalami kekerasan seperti Sheila yang terluka.





Powered by Blogger